Berita >> Gaya Hidup >> Fashion
|
|
Perancang Jepang Menduniakan Batik Indonesia
BERITA - fashion.infogue.com -
TOKYO, SENIN - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengadakan pertemuan dengan perancang busana internasional asal Jepang, Kansai Yamamoto, guna membicarakan upaya promosi batik dan kain khas Indonesia lainnya menjadi salah satu ciri atau ikon internasional dalam dunia fashion global. Hal itu dikemukakan Mari Pangestu di Tokyo, Senin (30/6), seusai bertemu dengan perancang busana terkenal Jepang tersebut. Hadir dalam pembicaraan itu tokoh dunia hiburan, Tantowi Yahya, agar bisa menciptakan pola pertunjukan dan kegiatan lainnya sesuai selera pasar internasional. "Kami membicarakan bagaimana batik dan kain-kain Indonesia lainnya bisa berbicara di tingkat dunia. Upaya menginternasionalisasi batik ini untuk menunjukkan potensi ekonomi kreatif Indonesia," kata Mari. Mari Pangestu bersama Tantowi Yahya diundang secara khusus oleh Kansai Yamamoto untuk menyaksikan berbagai koleksi busana yang dipamerkan di Museum Edo Tokyo, Minggu (29/6). Yamamoto juga menyatakan pujian yang tinggi terhadap batik dan kain-kain Indonesia sehingga sangat memungkinkan untuk menjadikan batik sebagai pakaian dunia. "Indonesia memiliki berbagai bahan pakaian yang unik dan tidak terdapat di Jepang sehingga kelangkaan ini bisa menjadi modal utama memperkenalkan batik di forum dunia," kata Yamamoto yang mengenakan batik hasil desainnya sendiri. Perancang busana nyentrik itu terkenal karena telah membawa tradisi dan busana Jepang ke tingkat kontemporer dan desain international sejak 1970. Hasil rancangannya banyak diminati selebiriti dunia, seperti John Lennon dan David Bowie. Mari dan Yamamoto juga membicarakan persiapan acara super show di Bali pada bulan Desember mendatang, berupa peragaan busana yang diwarnai atraksi kolosal yang unik ciri khas Yamamoto.
Ekonomi Kreatif Menteri Perdagangan lebih jauh menjelaskan mengenai keterkaitan internasionalisasi batik dengan kebijakan ekonomi kreatif yang dapat mendorong ekspor dan perdagangan Indonesia. "Upaya ini juga terkait dengan perjanjian Economic Partnership Agreement (EPA) yang berlaku efektif 1 Juli sebagai wujud membangun kreatifitas ekonomi Indonesia yang kini amat diperlukan," katanya. Seperti telah diketahui, cetak biru ekonomi kreatif diluncurkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Juni 2008. Ekonomi kreatif terdiri atas 14 sektor termasuk fashion, desain, dan kerajinan. Sektor lainnya adalah arsitektur, film, video dan fotografi, musik, seni pertunjukan, dan barang-barang antik. "Sekarang tantangan utamanya adalah bagaimana menggunakan dasar warisan budaya dan kreativitas bangsa untuk bisa dikembangkan menjadi nilai ekonomi baru, termasuk membuatnya tren kontemporer, fungsional, dan mempunyai pasar tapi tetap berciri Indonesia," ujarnya.
sumber: kmps Lihat Sumbernya
|
|
 | |
|
|
|